Home

Sahabat Putra Sar


Sabtu, 22 November 2014

Konsep-Konsep Pariwisata

Konsep-Konsep Perencanaan Pariwisata

http://www.ar.itb.ac.id/wdp/archives/category/tourism-courses 

1. Sistematika Presentasi

  • Menerangkan pengertian perencanaan umum & lingkup pariwisata

  • Mengapa perlu perencanaan pariwisata? 

  • Konsekuensi pengembangan pariwisata tanpa perencanaan

  • Hambatan perencanaan pariwisata

  • Menerangkan tujuan perencanaan pariwisata

  • Menerangkan tahap-tahap perencanaanpariwisata 

2. Sistematika presentasi

1. Menerangkan komponen utama sisi permintaan dan penyediaan

2. Menerangkan produk wisata

3. Menerangkan pendekatan-pendekatan perencanaan pariwisata

3. pengertian perencanaan

Teori perencanaan tidak hanya berdasar pada satu paradigma Perencanaan adalah fasilitasi, atau advokasi, atau intervensi yang bertujuan mengubah proses yang sudah ada.
•  Mengapa dan pada situasi apa perencana dapa mengintervensi?
•  Makin kompleks dan tidak pastinya keberpihakan perencana antara sektor publik     dan    sektor swasta antara menuruti atasan, kolega perencana lain, dan publik.
•  Umumnya perencana dituntut untuk dapat mewujudkan keinginan publik/masyarakat.

4. funsi perencanaan  

Fungsi perencanaan: Tujuan teknokratik?
Tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang lebih luas?
Perencanaan adalah aktifitas multidimensi yang berusaha untuk integratif. Ini mencakup faktor-faktor sosial, ekonomi, politik, psikologi, antropologi, dan teknologi dengan mempertimbangkan masa lalu, kini, dan yang akan datang. (Rose 1984: 45)

5. tingkat perencanaan 

A.  Tingkat perencanaan (spasial geografis)
  • Tingkat tapak / lahan
  • Tingkat kawasan tujuan wisata
  • Tingkat regional
B. Tingkat perencanaan (organisasi/institusi/pranata)
  • Tingkat ‘retail’
  • Tingkat perusahaan
  • Tingkat jaringan perusahaan regional
  • Tingkat jaringan perusahaan internasional
Pendekatan yang berbeda di tiap tingkat perencanaan yang berbeda
Kebanyakan kota-kota dan kawasan-kawasan tidak memiliki kebijakan, arah, atau langkah-langkah
praktis yang dapat meningkatkan peran wisatanya

 6. mengapa perlu perencnaan pariwisata  

1. Fenomena pariwisata makin kompleks dari yg pernah terfikir sebelumnya
2. Pariwisata berdampak positif dan negatif
3. Pariwisata makin kompetitif dan promosi destinasi wisata makin gencar
4. Pariwisata bisa berakibat buruk pada sumberdaya alam dan budaya
5. Pariwisata mempengaruhi semua orang dalam komunitas tertentu dan semua yang          terlibat dalam pariwisata perlu berpartisipasi dalam proses perencanaan pariwisata.

7. tingkat perencanaan pariwisata 

Perencanaan pariwisata dilaksanakan dalam berbagai tingkat, dari tingkat makro sampai lokal atau lebih detil. Tiap level berfokus pada pertimbangan yang kadang berbeda dan khusus. 

Tingkat International:

  • WTO – World Tourism Organization
  • IATA – International Civil Aviation Organization
  • WTTC (World Travel &Tourism Council)
  • IFTO (International Federation of Tour Operators)
  • IH&RA (International Hotel & Restaurant Association
  • ICCL (International Council of Cruise Lines)

Tingkat Regional:

  • PATA – Pacific Asia Travel Association
  • TCSP – Tourism Council of the South Pacific
  • IOTO – Indian Ocean Tourism Organization.
Tingkat Nasional: Kebijakan nasional wisata, rencana struktural,pencapaian internasional ke dalam negri Fasilitas di tingkat nasional, standard pelayanan Kebijakan penanaman modal
Kebijakan pemasaran Tingkat Provinsi: Kebijakan wisata di tingkat provinsi, jaringan pencapaian & kendaraan, fasilitas & standar pelayanan, dsb Tingkat tapak: Lokasi bangunan dan fasilitas

Konsekuensi pengembangan pariwisata tanpa perencanaan

  • Dampak fisik
  • Dampak sosial budaya
  • Dampak pemasaran yang berlebihan
  • Dampak pengorganisasian yang kurang
  • Dampak lainnya
“whereas some erosion and pollution of resources is caused by great numbers of visitors, most damage is caused by lack of plans, policies, and action to prepare for economic growth” (Gunn, 1994)

 Hambatan Perencanaan Pariwisata

  1. Kurangnya kesepakatan tentang prinsip-prinsip perencanaan pariwisata
  2. Biaya pembuatan rencana pengembangan wisata yang relatif tinggi
  3. Banyaknya pihak yang terlibat kompleksitas jaringannya
  4. Keragaman bisnis dan produk wisata Seasonality yang berbeda di tiap destinasi
  5. Kepemilikan yang sering berubah pada bisnis pariwisata

 Tujuan perencanaan pariwisata

  1. Mempertahankan keunikan
  2. Menciptakan hal-hal yang diinginkan
  3. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan

Pihak-pihak yang harus terlibatdalam perencanaan pariwisata1. Pemerintah (Pusat & Daerah) 

  • Komunitas lokal 
  • LSM – lembaga swadaya masyarakat 
  • Organisasi-organisasi pariwisata 
  • Operator bisnis pariwisata 
  • Konsultan pariwisata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar